Buat yang ngerti diorama dengarkan dan buat yang belum ngerti diorama itu apa ? pahamkan biar mengerti
TEMAN TULUS
Rabu, 10 Desember 2014
Profil Muhammad Tulus Rusydi
Muhammad Tulus Rusydi (lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia, 20 Agustus 1987; umur 26 tahun) adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu berkebangsaan Indonesia yang berdomisili di Bandung.
Selain itu, pria berdarah Minangkabau ini juga berprofesi sebagai seorang arsitek setelah menamatkan studinya di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.
Bernyanyi sejak kecil, Tulus mulai dikenal ketika dia mulai sering bernyanyi di acara-acara komunitas klab jazz dan kampus-kampus di kota Bandung. Semasa kuliahnya dia pernah bergabung dalam Sikuai Band.
Album perdananya, Tulus, yang diproduseri oleh Ari Renaldi, dan diedarkan oleh Demajors, dirilis oleh perusahaan rekamannya sendiri, Tulus Record pada bulan September tahun 2011, dimana dia sendiri beserta kakak kandungnya, Riri Muktamar Rusydi bertindak sebagai produser eksekutif. Lagu-lagunya seperti Sewindu, Teman Hidup, Kisah Sebentar, Tuan Nona Kesepian, dan Jatuh Cinta, merajai chart-chart di radio-radio di seluruh Indonesia.
Majalah Rolling Stone Indonesia menobatkan Tulus sebagai Editor's Choice: Rookie of The Year tahun 2013. Selain itu album perdananya pernah menduduki peringkat pertama chart Rolling Stone pada Januari dan Februari 2012.
Teman Hidup sempat menduduki peringkat ke-1 deretan K-20 Kompas TV.
Tulus kerap kali mengadakan konser tunggal untuk memuaskan para penggemarnya. Konser pertamanya diadakan di Auditorium Centre Culturel Francais (sekarang IFI) Bandung yang bertajuk 'An Introduction: Tulus' pada tanggal 28 September 2011, kemudian konser 'Beyond Sincere' di Gedung Kesenian Jakarta pada tanggal 25 Mei 2012, dan terakhir adalah konser tunggal bertajuk 'Konser Diorama' pada tanggal 9 Mei 2013 di Teater Tertutup Dago Tea House, Bandung.
Pada pergelaran Jakarta International Java Jazz Festival 2013 di Jakarta, Tulus menjadi salah satu pendatang baru yang paling diminati penonton. Di ajang tersebut, Tulus juga berkolaborasi dengan Raisa, dimana mereka menyanyikan lagu Teman Hidup dan A Whole New World.
Akhir Juni 2013, RAN berkolaborasi dengan Tulus. Mereka meluncurkan satu single, Kita Bisa.
Akhir Agustus 2013, Tulus mengeluarkan single Sepatu dalam bentuk digital download yang dapat diunduh melalui iTunes, dan menjadi salah satu single yang menempati posisi atas chart iTunes Indonesia, selain Teman Hidup dan Sewindu
Lirik Lagu TULUS - Sepatu
Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia
Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu.
Tulus - Gajah
Cerita Tulus Tentang Karir
Sebagai penyanyi, nama Muhammad Tulus atau yang akrab disapa Tulus, 27, kini banyak dibicarakan. Lagu-lagunya dihafal banyak orang. Penampilannya pun selalu ditunggu penonton. Nama Tulus kian melambung.
*****
Tulus tidak menyerah mengejar mimpinya untuk menjadi seorang musisi meski tidak terlahir dari keluarga musisi. Tulus lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 20 Agustus 1987. Keinginan bermusiknya semakin kuat ketika masa kuliah. Tulus merupakan alumnus Jurusan Teknik Arsitektur Unpar Bandung. Dia meraih gelar sarjana pada 2009.
Semasa menjadi mahasiswa, Tulus bergabung dengan klub jazz dan sering manggung bersama band-nya. Setelah mengantongi ijasah S-1, Tulus semakin ingin bergegas mengejar mimpinya. Hal itu terlihat oleh kakak tertuanya, Riri Muktamar Rusydi. Riri tergerak untuk mendanai rekaman adiknya.
Tulus yang merupakan bungsu di antara tiga bersaudara menyatakan sangat senang ketika dibantu kakaknya. ’’Karena saya yakin (berkarir di musik). Akhirnya kakak bilang, ya sudah kamu rekaman. Kita akalin gimana cari duitnya,’’ cerita Tulus. Dia bilang, kakaknya sangat berjasa dalam karirnya. Jika tidak dibantu Riri, Tulus tidak akan ke mana-mana. ’’Kakak saya berani ambil risiko. Berkat bantuannya, akhirnya saya rekaman,’’ lanjutnya saat ditemui di Prestige Club and Cafe, Kemang Utara, Selasa (16/9).
Akhir 2011 Tulus merilis sebuah album selftitled. Riri menjadi produser eksekutif. Album tersebut dibuat perusahan rekaman dia sendiri, Tulus Record. Distribusinya dibantu Demajors. Lagu-lagu Tulus di album perdananya tersebut sukses memikat penikmat musik melalui radio.
Meski baru memiliki satu album, Tulus berani mengadakan konser tunggal pada 28 September 2011. Konser berjudul An Introduction: Tulus itu dihelat di Auditorium Centre Culturel Francais atau sekarang dikenal dengan Gedung IFI, Bandung. Harga tiketnya pun sangat murah, sekitar Rp 25 ribu per orang. Namun, kualitas penampilan yang disuguhkan pelantun Sepatu itu membuat para penonton merasa istimewa.
Satu hal yang selalu dipegang sebagai idealisme Tulus adalah berkarya dengan hati. Hal itu pula yang membuatnya masih enggan bergabung dengan label besar. Tulus mengungkapkan, dirinya dulu sudah berusaha menawarkan musiknya kepada label-label besar. Sayang, aliran musiknya yang antimainstream membuat Tulus berkali-kali ditolak. Musiknya dianggap tidak ngetren kala itu.
Kini berganti dia yang menolak label-label tersebut. Apalagi para label itu mengajukan syarat. Yakni, mereka mau menerima asal mengikuti tren pasar saat ini. ’’Saya manusia biasa. Kita hidup di zaman di mana semua orang punya sifat dasar yang sama. Saat ditawarkan sesuatu kesenangan, pasti kita melirik, kan,’’ ucapnya.
Tulus tidak mau sok suci. ’’Ah, saya nggak usah dibayar mahal kalau konser. Nggak sebegitu sucinya juga,’’ tuturnya. Menjadi pendatang baru memang tidak akan pernah mudah. Hal itu dialami Tulus sendiri. Kebanyakan musisi indie sulit mendapat porsi di media massa. Namun pada akhirnya, kualitas yang berbicara.
Jika dulu dipandang sebelah mata, kini banyak televisi yang menawarkan program eksklusif untuk pemenang Male Singer of The Year di Indonesian Choice Award 2014 itu. Hanya, kini Tulus menyatakan belum ada waktu untuk menerima tawaran-tawaran menggiurkan dari stasiun-stasiun TV tersebut.
Meski begitu, dia senang karyanya diakui banyak orang. Kerja keras tim kecilnya yang hanya terdiri atas lima orang tersebut berbuah manis. Sejak awal karir hingga memiliki dua album, Tulus sudah mengadakan tiga kali konser tunggal. Bahkan, saat ini dia menyiapkan konser tunggal keempat berjudul Gajah.
Konser itu akan dilaksanakan di tiga kota sekaligus. Yakni, Bandung, Jakarta, dan Jogjakarta. ’’Mungkin, saya semakin hari semakin tahan banting. Semakin siap untuk kerja sekeras apa pun. Mungkin, orang menganggap apa yang saya dapatkan ini pencapaian. Bagi saya, ini kerja keras,’’ tegasnya.
Kisah TULUS di Balik Lagu Gajah
Oke guys untuk pos pertama gua mau ngepos tentang cerita Muhammad Tulus Rusydi di balik lagu gajah.Inspirasi untuk menciptakan lagu bisa datang dari mana saja. Mulai dari pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain.
Tapi kisah menarik justru diungkapkan Tulus. Penyanyi bertubuh tambun, bersuara lembut yang kini sedang naik daun itu punya cerita sendiri di balik lagunya yang berjudul Gajah
"Lagu berikutnya adalah lagu asli tentang apa yang saya alami waktu kecil. Waktu kecil dulu bentuk saya seperti gajah dan saya dipanggil gajah. Saya gak suka dipanggil gajah," ujar Tulus saat tampil di 4th Ramadhan Jazz Festival di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/7).
Tapi hal tersebut menjadi inspirasi Tulus ketika bakat nyanyi dan mencipta lagunya muncul. Setelah mencari tahu tentang Gajah lewat dunia maya, Tulus pun menciptakan lagu Gajah.
"Tapi setelah saya mengenal google, saya cari lalu tahu tentang gajah. Bagaimana gajah dengan pasangannya, bagaimana gajah dengan teman-temannya," katanya.
Secara manis, Tulus pun mempersembahkan lagu Gajah tersebut, "Lagu ini sebagai bentuk terima kasih saya kepada siapa pun yang waktu itu memanggil saya gajah," pungkasnya.
Langganan:
Komentar (Atom)



